Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 32,629 poin (0,74%) ke level 4.360,893 terkena tekanan melemahnya rupiah. Aksi jual investor asing berlanjut kembali.
Hampir seluruh indeks sektoral berjatuhan ke zona merah. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual sejak pembukaan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sama sekali tak mampu menyentuh zona hijau. Posisi terendah yang sempat disinggahi IHSG hingga siang hari ini ada di level 4.330,760.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata bergerak negatif hingga siang hari ini. Hanya pasar saham China yang masih bisa menguat.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 terjun 410,99 poin (2,14%) ke level 18.819,49.
- Indeks Hang Seng melemah 182,68 poin (0,85%) ke level 21.281,37.
- Indeks Komposit Shanghai naik 18,58 poin (0,54%) ke level 3.453,16.
- Indeks Straits Times anjlok 28,55 poin (1,01%) ke level 2.806,08.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.625 ke Rp 49.175, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.050 ke Rp 93.650, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 10.350, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 14.025.
(ang/rrd)











































