Neraca Perdagangan RI Defisit, IHSG Stagnan

Sesi I

Neraca Perdagangan RI Defisit, IHSG Stagnan

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 15 Des 2015 12:25 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit, IHSG Stagnan
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu pasca pelaporan neraca perdagangan RI yang defisit. Tekanan jual datang dari investor asing.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 4,090 poin (0,09%) ke level 4.370,101. Aksi beli selektif di saham-saham yang sudah murah mendorong IHSG rebound.

Investor asing masih memilih untuk melepas saham. Sedangkan investor domestik memburu saham-saham murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (15/12/2015), IHSG naik tipis 1,471 poin (0,03%) ke level 4.375,662. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,611 poin (0,08%) ke level 748,732.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan RI di November 2015 defisit sebesar US$ 346,4 juta. Raihan defisit ini merupakan pertama kalinya terjadi di 2015.

Laporan BPS tersebut membuat investor asing melanjutkan aksi jualnya. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 119.976 kali dengan volume 2,077 miliar lembar saham senilai Rp 1,983 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 106 turun, dan 70 saham stagnan.

Bursa-bursa regional hingga siang ini mulai balik arah ke zona hijau, kecuali bursa Jepang yang masih melemah. Posisi bursa Asia sudah jenuh beli akibat aksi jual sejak pekan lalu.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 208,86 poin (1,11%) ke level 18.674,56.
  • Indeks Hang Seng naik 96,23 poin (0,45%) ke level 21.406,08.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat tipis 2,99 poin (0,09%) ke level 3.523,66.
  • Indeks Straits Times tumbuh 9,65 poin (0,34%) ke level 2.824,69.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 775 ke Rp 14.775, Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 128.500, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 19.850, dan Siloam (SILO) naik Rp 325 ke Rp 9.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 25.700, Unilever (UNVR) turun Rp 575 ke Rp 34.575, SMART (SMAR) turun Rp 300 ke Rp 4.000, dan Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 200 ke Rp 5.100.

(ang/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads