Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di Rp 14.055 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 14.130.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 4,090 poin (0,09%) ke level 4.370,101. Aksi beli selektif di saham-saham yang sudah murah mendorong IHSG rebound.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 1,471 poin (0,03%) ke level 4.375,662. IHSG bergerak lesu pasca pelaporan neraca perdagangan RI yang defisit.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI di November 2015 defisit sebesar US$ 346,4 juta. Raihan defisit ini merupakan pertama kalinya terjadi di 2015.
Laporan BPS tersebut sempat membuat investor asing melanjutkan aksi jualnya. Namun, aksi beli investor lokal jelang penutupan perdagangan mampu membawa IHSG naik cukup tinggi.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (15/12/2015), IHSG ditutup menguat 34,981 poin (0,80%) ke level 4.409,172. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 8,249 poin (1,10%) ke level 756,370.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 30,518 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 217,589 kali dengan volume 5,034 miliar lembar saham senilai Rp 4,29 triliun. Sebanyak 143 saham naik, 120 turun, dan 76 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata ditutup melemah sore ini. Pelaku pasar masih menanti kebijakan The Federal Reserve (The Fed) soal suku bunga AS.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 317,52 poin (1,68%) ke level 18.565,90.
- Indeks Hang Seng turun 35,48 poin (0,17%) ke level 21.274,37.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 10,31 poin (0,29%) ke level 3.510,35.
- Indeks Straits Times naik 5,82 poin (0,21%) ke level 2.820,86.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 300 ke Rp 4.000, dan AKR (AKRA) turun Rp 200 ke Rp 6.725, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 150 ke Rp 8.250, dan Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp 5.050.
(ang/wdl)











































