Tercatat SBBI diterbitkan pada 15 Desember 2015 dengan nominal penawaran US$ 1,05 miliar, meski yang diserap hanya US$ 500 juta. Jangka waktu yang ditetapkan adalah 6 bulan atau jatuh tempoโ pada 24 Juni 2016.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan pentingnya langkah tersebut untuk memperkuat cadangan devisa. Apalagi diketahui likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instrumen tersebut ternyata sangat diminati oleh kalangan investor. Terbukti setelah penerbitan yang dilakukan, penawaran yang masuk mencapai dua kali lipat.
"Kan diserap US$ 500 juta, yang masuk permintaan US$ 1 miliar. Jadi ada instrumennya, kalau jangka pendek namanya TDP (Term Deposit Valas) yang jangka menengah 6 bulan setahun atau lebih itu kita mengeluarkan SBBI valas," paparnya.
Mirza menambahkan, rencana penerbitan SBBI sebenarnya sudah diumumkan bersamaan dengan paket kebijakan jilid II oleh pemerintah. Namun, baru bisa direalisasikan sekarang, karena waktu yang tepat.
"Baru pertama โkali, kan sudah pernah diumumkan di paket kedua. Realisasi baru sekarang," imbuh Mirza.
Proses penerbitan akan dilakukan secara reguler ke depannya. Dimungkinkan setiap bulan, tergantung dengan kondisi pasar keuangan.
"Akan reguler, mungkin (sebulan sekali).โ Intinya kita menyerap likuiditas valas sambil juga memperkuat cadangan devisa," tegasnya.
(mkl/ang)











































