Rajin 'Nabung' Saham, Giring Nidji: Nanti Usia 50 Tahun Bisa Keliling Dunia

Rajin 'Nabung' Saham, Giring Nidji: Nanti Usia 50 Tahun Bisa Keliling Dunia

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 17 Des 2015 13:15 WIB
Rajin Nabung Saham, Giring Nidji: Nanti Usia 50 Tahun Bisa Keliling Dunia
Jakarta - Giring Nidji rupanya gemar 'menabung' saham sejak 8 tahun lalu. Mulai investasi saham di tahun 2007, sampai sekarang Giring ketagihan untuk terus menambah investasi jangka panjang dalam instrumen saham hingga usia 50 tahun. Saham menjadi pilihan prioritasnya untuk memanfaatkan dana 'nganggur'.

"Saya mulai beli saham pertama kali tahun 2007 dengan modal puluhan juta karena jaman dulu satu lotnya masih mahal. Kalau sekarang kan sudah murah, gampang, nggak ribet," kata Giring dalam acara 'Yuk Nabung Saham Expo di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Menurutnya, seiring perkembangan teknologi, investasi makin mudah cukup beli dan jual lewat ponsel. "Nabung di saham butuh perubahan mindset yang tadinya keliatan susah, seram, ribet, itu udah nggak lagi. Tinggal pake smartphone saja.
Nabung saham keliatannya seram, padahal justru udah diurusin sama tenaga ahli para manajer investasi," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggemar Warren Buffet ini mengaku dari gain saham bisa bayar biaya nikah, bayar DP rumah hingga bayar uang sekolah anak-anaknya. Vokalis band Nidji ini melihat pentingnya investasi bagi anak muda seiring terus naiknya harga kebutuhan di masa depan rumah, kendaraan, pernikahan, hingga pendidikan anak.

"Saya pernah eksekusi untung 18% gain buat DP rumah. Waktu saya nikah, saya pakai uang tabungan di reksa dana. Mau masukkan anak sekolah, cairkan pakai uang saya di reksa dana. Nanti mau nikahkan anak saya, pake uang reksa dana atau gain saham lagi," jelas Giring.

Vokalis berusia 32 tahun ini mengatakan ingin terus nabung saham hingga usia 50 atau hingga 18 tahun ke depan. Dengan nabung saham untuk jangka panjang, Giring ingin bisa punya pasif income dari gain sahamnya.

"Sekarang sekolah mahal, rumah mahal, biaya nikah mahal jadi harus investasi. Saya beli saham bukan buat spekulasi tapi buat nabung 10 tahun sampai 25 tahun ke depan. Kenapa saham? Karena kalau nabung duit di tabungan tergerus nilainya. Deposito juga kurang menarik buat saya, untung 5% bahkan kurang," ujar Giring.

Giring berbagi tips di depan puluhan mahasiswa yang datang ke BEI, jangan takut beli saham. Mulailah dengan instrumen dengan resiko paling rendah yaitu reksa dana. Lalu tetapkan tujuan jangka panjang berinvestasi dan sesuaikan dengan instrumennya.

"Tips kalau belum yakin dengan saham, coba reksa dana. Kunci main saham menurut saya, sabar saja. Kalau lagi merah, sabar saja. Usahakan nabung saham buat jangka panjang. Lalu harus tahu goalnya apa sesuaikan pakai instrumen apa. Goal saya usia 50 tahun mau santai jalan-jalan sama keluarga saya keliling dunia," tutur Giring.

Giring punya 4 instrumen investasi favorit. Pertama saham, kedua reksa dana, ketiga obligasi surat utang negara, dan keempat deposito.

Rencana Giring nabung saham hingga usia 50 tahun, selain impiannya bersantai, tidak dipungkiri karirnya di dunia hiburan bukan tanpa resiko.

"Kalaupun Nidji masih ada sampai saya usia 50 tahun, mungkin job-nya nggak sebanyak sekarang. Sekarang sebulan bisa 12 kali manggung. Jadi harus ada back up plan. Apalagi ketika usia udah nggak produktif lagi," tambahnya.

Kembali Giring mengingatkan anak muda agar mulai nabung saham. Pengalaman 8 tahun berinvestasi saham pun diakui belum bisa membuatnya paham pergerakan saham—sahamnya. Dengan bantuan manajer investasi untuk memberi rekomendasi, Giring mengaku sejauh ini gain yang didapatnya jauh lebih besar dibanding kehilangannya.

"Saya nggak bohong dan nggak lebay. Investasi pasar modal itu simpel. Manisnya banyak banget. Pahitnya cuma satu waktu awal belum tahu, saya sempat salah beli. Sampai sekarang saya nggak ngerti baca laporan kinerja, kalau mau beli baca saja media atau minta rekomendasi. Prinsip yang saya pegang, saya akan jual ketika kinerja perusahaan mulai jelek. Utangnya gede dan labanya kecil. Sebab saya mau investasi jangka panjang," pungkasnya.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads