Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menilai, pergerakan nilai tukar rupiah memang tampak menguat sejak pagi tadi. Hal ini dikarenakan pelemahan sudah terjadi jauh sebelumnya, akibat antisipasi investor.
"(Dampaknya) pasti di nilai tukar. Tapi nilai tukar itu nilainya sudah terefleksi sebelumnya dengan antisipasi akan naik ini. Yah pokoknya sudah diantisipasi," ujar Bambang, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/12/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal The Fed pokoknya itu sudah sesuai perkiraan, hari ini mereka menaikkan 25 basis poin (bps). Dampaknya sudah diantisipasi sebelumnya. Market sudah mengantisipasi," terang Bambang.
Terkait dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), Bambang enggan berkomentar. Sekarang fokus yang terbaik dilakukan adalah dengan menjaga stabilitas makro ekonomi.
"Tidak usah dibahas, itu urusan BI. Kita jaga stabilitas makro, yang penting itu," sebutnya.
(mkl/dnl)











































