IHSG Berpotensi Kena Aksi Ambil Untung

Rekomendasi Saham

IHSG Berpotensi Kena Aksi Ambil Untung

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 18 Des 2015 08:55 WIB
IHSG Berpotensi Kena Aksi Ambil Untung
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat 72 poin didorong penguatan saham-saham unggulan. Dana asing kembali masuk ke lantai bursa.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (17/12/2015), IHSG ditutup melesat 72,511 poin (1,62%) ke level 4.555,964. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 17,910 poin (2,32%) ke level 790,958.

Wall Street akhirnya jatuh juga setelah tiga hari menguat. Investor khawatir dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 253,25 poin (1,43%) ke level 17.495,84, Indeks S&P 500 anjlok 31,18 poin (1,5%) ke level 2.041,89 dan Indeks Komposit Nasdaq amblas 68,58 poin (1,35%) ke level 5.002,55.

Hari ini IHSG diperkirakan akan terkena koreksi akibat aksi ambil untung. Posisi IHSG yang sudah tinggi bakal dimanfaatkan untuk jual saham.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 103,34 poin (0,53%) ke level 19.250,22.
  • Indeks Straits Times berkurang 18,27 poin (0,64%) ke level 2.842,91.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Setelah kemarin malam Bank Sentral AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis point, mampu membuat pergerakan IHSG tercatat menguat. IHSG ditutup melambung 1.62% ke level 4,55.96.Kelegaan pelaku pasar atas kepastian The Fed membuat pergerakan pasar kemarin agresive, dimana pelaku pasar asing kemarin berbondong-bondong melakukan aksi beli dengan net buy tercatat Rp 1,13 triliun, dimana nilai pembelian terbesar yaitu saham BBRI,TLKM, UNVR, dan BBCA.

Sementara itu, bursa Asia juga ikut terkerek naik oleh aksi The Fed tersebut, di mana indeks Shanghai mencatatkan kenaikan tertinggi dibandingkan indeks di bursa Asia lainnya. Selain itu Otoritas Moneter Hong Kong yang memutuskan kebijakan untuk menaikkan suku bunganya mengikuti langkah The Fed untuk mengurangi resiko capital outflow direspons positif oleh pelaku pasar. Suku Bunga Hong kong naik menjadi 0.75% dari sebelumnya 0.50%. Hal tersebut memberikan sentimen positif yang membuat indeks Hangseng menguat 0.79% ke level 21,872.06.

Akhir perdagangan semalam indeks utama bursa AS mengalami koreksi yang cukup signifikan memimpin pelemahan di bursa global sehari setelah keputusan the Fed untuk menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones anjlok 1.43% ke level 17,495.84, S&P 500 turun 1.5% ke level 2,041.89 dan Nasdaq melemah 1.35% ke level 5,002.55. Salah satu faktor pelemahan tersebut datang dari harga minyak Mentah AS yang kembali melanjutkan penurunan. Harga minyak turun 1.69% ke level US$ 34,96 per barel.

Sementara itu indeks utama bursa Eropa semalam dicatatkan menguat. Indeks FTSE 100 menguat 0.68% ke level 6,102.54. CAC 40 naik 1.14% ke level 4,677.54 dan DAX melaju 2.57% ke level 10,738.12. Kenaikan suku bunga AS direspon positif oleh pelaku pasar Eropa sebagai sinyal bahwa perekonomian AS mulai membaik, sehingga memberikan kepercayaan bahwa perekonomian dunia perlahan juga akan mengalami pemulihan. Selain itu rilisnya data construction output kawasan Eropa di bulan Oktober yang berhasil mencatatkan kenaikan dari sebelumnya 0.1% menjadi 1.1% juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan semalam.

Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan bergerak menguat. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator bullish, RSI menguat, MFI flat dan MACD histogram positif. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4487-4615.

First Asia Capital
Pasar saham kembali bergairah pasca putusan The Fed menaikkan tingkat bunganya pertama kali sejak 2006 sebesar 25 bp menjadi 0,5%. IHSG kemarin berhasil menguat hingga 72,511 poin (1,62%) di 4555,964 seiring penguatan yang terjadi di pasar saham global dan kawasan Asia kemarin. Nilai transaksi di Pasar Reguler meningkat mencapai Rp4,07 miliar dan pembelian bersih asing melonjak hingga Rp1,13 triliun. Putusan kenaikan bunga Fed Funds Rate (FFR) tersebut sudah sesuai dengan perkiraan pasar dan sudah mencerminkan harga pasar saat ini sehingga pasar kembali melakukan pembelian. Saham-saham perbankan, infrastrutur, dan konsumsi menjadi penopang penguatan IHSG kemarin.

Sementara tadi malam Wall Street terkoreksi menyusul kekhawatiran anjloknya harga minyak mentah dan sejumlah data ekonomi yang kurang menggembirakan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 1,43% dan 1,50% tutup di 17495,84 dan 2041,89. Harga minyak mentah tadi malam di AS melanjutkan tren bearish koreksi 2,22% di USD34,73/barrel. Saham sektor energy dan material menjadi pendorong koreksi indeks di Wall Street.

Melanjutkan perdangan di akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi. Penguatan IHSG akan diwarnai aksi ambil untung pelaku pasar menyusul kekhawatiran atas anjloknya harga minyak mentah dan sejumlah harga komoditas lainnya. IHSG diperkirakan bergerak di 4520 hingga 4610 cenderung koreksi. Β 

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads