Hingga 30 November 2015, bank plat merah tersebut sudah menyalurkan kredit di sektor migas sebesar Rp 11,2 triliun, atau mencapai 65% dari plafon yang ditargetkan di tahun 2015 sebesar Rp 17,24 triliun. Sementara tahun lalu, penyaluran kredit di sektor migas hanya sebesar Rp 5,42 triliun.
"Kita melihat sektor migas pasti sangat potensial dalam jangka panjang. Maka kita buat desk khusus untuk menangani kredit di sektor migas. Ini terbukti, awal kita buka tahun 2011 tersalurkan Rp 2,15 triliun, 2014 Rp 5,429 triliun, di 2015 lompat jadi Rp 11,2 triliun," jelas Senior Vice President BRI of Oil, Gas, and Energy Desk, Amam Sukriyanto saat ditemui di Media Gathering SKK Migas, Cirebon, Minggu (20/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amam melanjutkan, sebenarnya jika harga minyak tak merosot seperti saat ini, angka kredit yang bisa disalurkan jauh lebih besar lagi daripada yang terealisasi saat ini. BRI, lanjutnya, akan fokus pada kredit sektor kelistrikan jika harga minyak belum juga membaik pada tahun depan.
"Ada beberapa pembangkit kita biayai, sehingga ini juga membantu mendongkrak portofolio kami di oil, gas, and energy. Kebetulan demand sangat tinggi, negara sedang semangat untuk menambah kapasitas," tutupnya.
(drk/drk)











































