Menurut data penyajian laporan keuangan Juni 2015 SIAP yang disampaikan ke BEI, perseroan menyajikan laporan keuangan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tahun 2013.
Dalam laporan tersebut, total aset perseroan Rp 4.973.895.848.000 atau sekitar Rp 4,9 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, dalam penyajian laporan keuangan September 2015, SIAP dengan tanpa memberikan informasi, mengubah penyajian laporan keuangan menggunakan PSAK 2009 sehingga total aset berubah drastis menjadi hanya Rp 307.935.822.000 atau sekitar Rp 307 miliar.
Pos Goodwill pun berkurang menjadi hanya Rp 119 miliar. Terkait hal itu, BEI perlu mempertanyakan kejelasana atas laporan keuangan yang disajikan.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, perubahan penyajian laporan keuangan tersebut dinilai janggal sehuingga perlu dilakukan audit.
"Kami tunggu penjelasan dari SIAP soal adanya perbedaan nilai aset. Info belum komplit. Belum ada jawaban dari mereka," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (21/12/2015).
(drk/ang)










































