Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di Rp 13.806 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.910.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 16,006 poin (0,36%) ke level 4.452,648 akibat maraknya sentimen negatif, terutama dari luar negeri. Aksi jual asing kembali terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 2,448 poin (0,05%) ke level 4.471,102 berkat aksi beli selektif investor asing. Saham-saham unggulan mulai dilirik investor.
Indeks masih bergerak lesu sampai menjelang penutupan perdagangan. Investor domestik langsung ramai beli saham jelang pengumuman paket kebijakan ekonomi jilid VIII.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (21/12/2015), IHSG ditutup menguat 22,026 poin (0,49%) ke level 4.490,680. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,588 poin (0,60%) ke level 775,449.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 501,968 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 168.886 kali dengan volume 6,294 miliar lembar saham senilai Rp 4,68 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 110 turun, dan 82 saham stagnan.
Nilai dan volume perdagangan saham hari ini melonjak tinggi karena ada transaksi saham BCA (BBCA) di pasar negosiasi sebesar Rp 674,4 miliar. Transaksinya dilakukan sebanyak 3 kali.
Pasar saham regional menutup perdagangan awal pekan dengan mixed. Bursa saham Hong Kong dan China berakhir di zona hijau.
Berikut situasi dan kondisi bursa regonal sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 70,78 poin (0,37%) ke level 18.916,02.
- Indeks Hang Seng naik 36,12 poin (0,17%) ke level 21.791,68.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 63,51 poin (1,77%) ke level 3.642,47.
- Indeks Straits Times turun 6,49 poin (0,23%) ke level 2.846,35.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 21.800, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 775 ke Rp 6.000, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 550 ke Rp 2.750, dan Bina Dana (ABDA) naik Rp 500 ke Rp 8.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 425 ke Rp 16.800, Unilever (UNVR) turun Rp 275 ke Rp 35.600, Pembangunan Jaya (PJAA) turun Rp 210 ke Rp 1.910, dan SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 3.900.
(ang/hns)











































