Hingga di penghujung tahun, tercatat hanya 18 emiten yang bisa melantai di bursa saham.
Meski demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini, pihaknya akan bisa menggiring sedikitnya 35 perusahaan untuk bisa go public tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa optimis Samsul bukan tanpa alasan. Menurut dia, perekonomian Indonesia secara makro akan membaik didorong berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang agresif.
"Artinya kondisi makro membaik di 2016. Banyak kebijakan pemerintah yang diluncurkan," katanya.
Selain itu, kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (the Fed) sudah bisa diperkirakan banyak analis.
Di sisi lain, pelaku pasar juga optimistis jika pertumbuhan ekonomi China di tahun depan masih akan bergerak di atas 6%.
"Kepastian the Fed sudah ada, mereka menguatkan posisi mereka, China diharapkan tumbuh di atas 6%," sebut dia.
Terlebih, kata Samsul, saat ini banyak perusahaan di Indonesia yang sedang berkembang dan membutuhkan banyak pendanaan untuk ekspansi mereka. Pasar modal bisa menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan ini.
"Banyak perusahaan sedang bertumbuh untuk mencari dana, mudah-mudahan memanfaatkan pasar modal," imbuh Samsul.
(drk/ang)











































