Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di Rp 13.640 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.652.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 3,112 poin (0,07%) ke level 4.514,456. IHSG bergerak datar cenderung melemah gara-gara aksi jual asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 9,426 poin (0,21%) ke level 4.508,142 akibat tekanan jual asing. Bursa saham Asia lainnya berhasil menanjak ke zona hijau.
Investor asing melepas saham-saham lapis dua. Aksi beli investor domestik sempat membawa IHSG ke zona hijau meski hanya sebentar.
Mengakhiri perdagangan terakhir sebelum Hari Raya Natal, Rabu (22/12/2015), IHSG ditutup naik tipis 5,086 poin (0,11%) ke level 4.522,654. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 1,048 poin (0,13%) ke level 778,105.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 5,368 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 168.027 kali dengan volume 14,024 miliar lembar saham senilai Rp 5,975 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 136 turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa regional sore ini berakhir mixed, cenderung menguat. Pasar saham Jepang hari ini libur menyambut hari ulang tahun kaisar.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng menguat 210,57 poin (0,96%) ke level 22.040,59.
- Indeks Komposit Shanghai turun 15,68 poin (0,43%) ke level 3.636,09.
- Indeks Straits Times naik 11,44 poin (0,40%) ke level 2.864,41.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 575 ke Rp 5.200, Matahari (LPPF) turun Rp 375 ke Rp 17.125, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 36.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 225 ke Rp 15.500.
(ang/wdl)











































