Senior Financial Advisor AAM and Associates Aidil Akbar mengungkapkan, faktor kepercayaan publik dan pembangunan infrastruktur yang agresif menjadi pendorong utama indeks bisa kembali melambung.
"Perkiraan indeks 5.600-6.200 tahun depan, naik sekitar 20%. Itu karena faktor infrastruktur dan kepercayaan publik balik lagi, dan penurunan BBM, yang paling penting daya beli meningkat," jelas dia saat ditemui di Dapur Sunda, Pacific Place, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun dengan window dressing perkiraan IHSG bisa 4.500-4.600, masih dapat," katanya.
Meski demikian, Aidil mengungkapkan, indeks berpotensi naik ke depannya. Sejarah mencatat, setiap kali bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunganya, IHSG pun ikut naik.
"Beberapa kali sebelumnya saat The Fed menaikkan suku bunga, IHSG dalam waktu 3-6 bulan justru naik," tandasnya.
(drk/ang)











































