2005, BEJ Targetkan Semua AB Ikut Remote Trading
Sabtu, 05 Mar 2005 14:08 WIB
Jakarta -
Bursa Efek Jakarta (BEJ) menargetkan, sampai akhir tahun 2005 seluruh Anggota Bursa (AB) sudah bisa ikut dalam sistem perdagangan jarak jauh (remote trading). Saat ini baru 34 AB dari 124 AB yang telah menggunakan sistem ini."Akhir tahun 2005, kita harapkan semua AB ikut remote trading, karena peraturan perdagangan sendiri sudah menggunakan aturan perdagangan remote trading dan ini agar perdagangan saham bisa terjangkau di seluruh Indonesia," kata Direktur BEJ, Wawan S.Setiamihardja, Sabtu,(5/3/2005).Sistem remote trading telah dikembangkan oleh BEJ sejak tahun 1996, namun dalam perjalanannya pembuatan sistem ini banyak mengalami kendala. Seperti terhambat masalah krisis moneter dan sengketa dengan Astra Graphia Information Technology Solution selaku vendor penyelenggara sistem remote trading."Sekarang kita akan mulai lagi pembukaan pendaftarannya, masalah dengan Astra Graphia juga sudah selesai dan tidak ada tuntut menuntut. Bagaimanapun sistem remote trading ini sangat diperlukan untuk menjangkau seluruh perdagangan di Indonesia dan meminimalkan kesalahan dalam pemasukan trading nama saham," ujar Wawan.Diakui Wawan, lambatnya penerapan remote trading secara keseluruhan, karena BEJ tidak bisa memaksa AB dalam bentuk law enforcement sehingga jika AB belum ikut sistem ini tidak ada sanksinya. "Kalau penerapan seperti MKBD (modal kerja bersih disesuaikan) itu memang wajib, jika tidak diikuti tidak bisa dagang. Tapi untuk remote trading BEJ cuma menghimbau AB dalam rangka efisiensi pasar modal," katanya.Menurut Wawan, banyaknya AB yang belum mengikuti sistem ini karena dulu mereka masih mengkhawatirkan kehandalan sistem ini. Namun menurut Wawan sistem ini sudah beberapa kali dikaji kemampuannya, dimana request per second (RPS) telah mencapai 900 RPS dan saat ini kapasitasnya juga telah mencapai 1600-1700 RPS. "Dulu memang belum mencapai 900 RPS, meskipun functionaly sudah siap jadi kalau mesin ditarik semua kita yang gak kuat, tapi sekarang sudah lebih maju termasuk back office datanya," kata Wawan.Untuk pendaftaran sistem remote trading, BEJ membagi dalam tiga kategori yakni AB pilot yang menjadi pelopor perdagangan, AB mandiri dimana semua sistem dan biaya ditanggung sendiri oleh AB yang bersangkutan dan AB-ASP (Anggota Bursa-Application Service Provider), dimana AB bisa mengikuti remote trading tanpa harus memiliki sitem sendiri tapi melalui provider yang ditunjuk BEJ yang salah satunya adalah PT Limas Stockhomindo Tbk. BEJ juga kata Wawan, mulai membuka kembali pendaftaran sistem remote trading untuk AB mandiri gelombang ketiga yang akan diikuti oleh 11 AB dan diharapkan bisa live pada 13 Juni 2005. Selanjutnya pendaftaran gelombang keempat pada bulan Maret, gelombang kelima bulan April dan gelombang keenam bulan Mei. "Tiap gelombang kita buka untuk 20-30 AB," ujar Wawan.Pada bulan Januari 2005 perdagangan melalui remote trading telah mencapai 30 persen dari seluruh total transaksi yang ada di BEJ. Sedangkan pada tahun 2004 masih sebesar 27 persen.
(ir/)










































