Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di level Rp 13.870 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.940.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,512 poin (0,03%) ke level 4.527,431 di tengah koreksi bursa global dan regional. Turunnya harga aneka produk energi dalam negeri memberi sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 47,739 poin (1,05%) ke level 4.573,658. Penguatan saham-saham unggulan menahan IHSG di teritori positif.
Sembilan sektor berhasil menguat, kecuali sektor industri dasar. Investor asing makin getol berburu saham.
Menutup perdagangan, Selasa (5/1/2016), IHSG melaju 31,903 poin (0,70%) ke level 4.557,822. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 7,418 poin (0,95%) ke level 789,620.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 72,909 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 214.089 kali dengan volume 4,964 miliar lembar saham senilai Rp 4,549 triliun. Sebanyak 160 saham naik, 126 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia menutup perdagangan hari ini dengan kompak melemah. Tekanan jual investor masih tinggi gara-gara maraknya sentimen negatif yang beredar.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 76,98 poin (0,42%) ke level 18.374,00.
- Indeks Hang Seng turun 138,40 poin (0,65%) ke level 21.188,72.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 8,55 poin (0,26%) ke level 3.287,71.
- Indeks Straits Times terpangkas 9,40 poin (0,33%) ke level 2.826,57.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 775 ke Rp 16.500, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 20.875, Siloam (SILO) turun Rp 375 ke Rp 9.350, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 350 ke Rp 9.950.
(ang/wdl)











































