Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di level Rp 13.940 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.870.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,832 poin (0,13%) ke level 4.563,654 lanjutkan penguatan di tengah maraknya sentimen negatif dari luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan, IHSG melaju 53,385 poin (1,17%) ke level 4.611,207. Penguatan saham-saham unggulan jadi pendorong naiknya IHSG.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat, hanya agrikultur, finansial, dan aneka industri yang melemah. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (6/1/2016), IHSG ditutup melesat 51,160 poin (1,12%) ke level 4.608,982. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 12,510 poin (1,58%) ke level 802,130.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 385 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 248.927 kali dengan volume 4,138 miliar lembar saham senilai Rp 5,736 triliun. Sebanyak 151 saham naik, 117 turun, dan 95 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia rata-rata menutup perdagangan dengan negatif. Pasar saham China bisa melonjak cukup tinggi setelah ada intervensi dari pemerintah setempat.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 182,68 poin (0,99%) ke level 18.191,32.
- Indeks Hang Seng turun 207,91 poin (0,98%) ke level 20.980,81.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 74,13 poin (2,25%) ke level 3.361,84.
- Indeks Straits Times anjlok 30,28 poin (1,07%) ke level 2.803,95.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 28.000, Saratoga (SRTG) turun Rp 320 ke Rp 3.580, Blue Bird (BIRD) turun Rp 275 ke Rp 7.025, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.800.
(ang/wdl)











































