Berbicara di sebuah forum ekonomi di Colombo, Srilangka, Soros mengatakan, China saat ini kesulitan untuk mencari model pertumbuhan ekonomi yang baru. Kemudian, devaluasi mata uang yuan yang dilakukannya, malah menimbulkan masalah untuk seluruh dunia.
Dilansir dari CNBC yang mengutip The Sunday Times, surat kabar Srilangka, Jumat (8/1/2015), Soros mengatakan krisis 2008 mengintai di tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, bursa saham China dihentikan perdagangannya karena anjlok 7%, ini kali kedua dalam pekan ini.
Jatuhnya bursa saham China membuat bursa saham seluruh dunia ikut turun, termasuk di Amerika Serikat (AS).
(dnl/dnl)











































