Total kontrak ini terdiri dari target kontrak tahun 2016 sebesar Rp 52,296 triliun dan carry over tahun 2015 sebesar Rp 33,74 triliun.
Tahun 2016 ini, WIKA memproyeksikan target penjualan (termasuk penjualan KSO) sebesar Rp 26,49 triliun atau naik 23,61% dari target RKAP tahun 2015 sebesar Rp 21,43 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komposisi perolehan kontrak baru WIKA tahun 2016 ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 20,73%, BUMN 15,85% dan swasta 63,42%.
Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga Desember 2015, antara lain, Bandar Udara Internasional Jawa Barat (Rp 697,5 miliar), New Condensate Diesel Tank British Petroleum – Addendum (Rp 357 miliar), Jembatan Pulau G Pluit City (Rp 300 miliar), Infrastruktur Entikong (Rp 218,5 miliar), Jalan Perbatasan Kalbar Entikong Tahap 2 (Rp 277,5 miliar).
Sementara laba yang dapat diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Tahun 2016 diproyeksikan sebesar Rp 750,15 miliar.
Untuk Belanja Modal (Capital Expenditure/CAPEX) tahun 2016, WIKA menganggarkan Rp 10,59 triliun dengan asumsi termasuk perhitungan PMN Rp 4 triliun.
CAPEX tahun 2016 terdiri dari CAPEX WIKA Induk Rp 9,82 triliun dan CAPEX Anak Perusahaan sebesar Rp 770,44 miliar. Komposisi CAPEX WIKA Induk terdiri dari Pengembangan Usaha senilai Rp 7,68 triliun, Penyertaan senilai Rp 1,55 triliun, dan Investasi Aset Tetap senilai Rp 583,5 miliar.
Pencapaian kontrak baru hingga Desember 2015 mencapai Rp 25,33 triliun atau 80,03% dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 31,65 triliun.
Sebelumnya, Perseroan juga telah berhasil memperoleh kontak baru untuk Proyek PLTA Upper Cisokan (Rp 930 miliar), Proyek Bendungan Passelorang, Sulawesi Selatan (Rp 463 miliar), Proyek New Priok Container Terminal, Jakarta Utara (Rp 181,5 miliar), Proyek Bendungan Keureto, Nangroe Aceh Darussalam (Rp 403 miliar).
Selanjutnya ada Proyek Jalan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi Tahap I (Rp 355 miliar), Proyek Jalan Non Tol (JLNT) Ciledug (Rp 351 miliar), Proyek Bendungan Logung Jawa Tengah (Rp 584,9 miliar), Proyek Pembangunan Jalan Tol Balikpapan –Samarinda (Rp 289,39 miliar), Proyek Double Double Track Jatinegara- Manggarai (Rp 363,26 miliar), Proyek Jalan Tol Solo – Kertosono (Rp 625 miliar).
(drk/hns)











































