Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup anjlok 77,859 poin (1,72%) ke 4.459,320. Sementara indeks LQ45 ditutup merosot 17,830 poin (2,25%) ke 775.471.
Analis Pasar Modal Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan, reaksi pasar modal terkait ledakan bom di Sarinah diprediksi tak akan lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dampak dari ledakan Sarinah, Thamrin ini tidak akan berlangsung lama. Hal serupa pernah terjadi sebelumnya, di mana terjadi ledakan di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta dan bom Bali beberapa waktu lalu.
"Saya kira tidak sampai jauh. Beberapa ledakan bom dengan teror yang skalanya lebih besar kaya Bali atau Marriot, efeknya sekitar 1 minggu pada pasar. Kalau dari pergerakan sementara ini tidak akan lama," terangnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Ekonom Bahana TWC Investment Management, Budi Hikmat. Dia mengatakan, reaksi penurunan IHSG baru-baru ini adalah dampak reaktif dan tak berdampak lama.
"Spontan saja penurunan market. Apakah akan mengganggu IHSG saya kira tidak, itu biasa dan wajar penurunan sementara," jelas Budi.
(drk/drk)











































