"Kami optimis target pertumbuhan 13% bisa dicapai di tahun ini, karena pencapaianβ dana kelolaan per Desember 2015 telah kami capai dengan baik sebesar Rp 30,1 triliun. Dana kelolaan itu di atas target kami sebesar Rp 27 triliun," jelas Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management Edward Lubis, ditemui di Graha CIMB Niaga, SCBD, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Edward mengungkapkan, perlambatan ekonomi pada tahun lalu dampak lesunya ekonomi China serta sentimen The Fed, tak berpengaruh siginifikan pada pertumbuhan dana kelolaan. Naiknya dana kelolaan investor domestik jadi salah satu sebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masifnya pembangunan infrastruktur, serta percepatan pengganggaran infrastruktur di awal tahun jadi sebabnya.
"From stability to growth diharapkan terjadi tahun ini yang akhirnya cenderung lebih friendly untuk investasi saham," ujar Budi.
Dia meyakini, Bank Indonesia (BI) mulai membuka ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI rate di kuartal pertama 2016. Hal itu akan mendorong daya beli masyarakat lewat belanja pemerintah. Imbasnya, investor lokal di pasar modal juga akan lebih bergairah.
"Saat ini pangsa pasar Bahana dalam reksa dana sebesar 8,5% per Desember 2015. Bahana menempati peringkat kedua terbesar dalam industri di Indonesia berdasarkan nilai dana kelolaan. Kami berkomitmen meningkatkan dana kelolaan dengan meluncurkan produk baru. Targetnya setiap bulan akan ada satu produk baru," tutupnya.
(drk/drk)











































