Sepanjang siang ini, IHSG justru kembali bergerak di teritori positif. Bahkan, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup hijau sendirian, sementara seluruh bursa saham Asia memerah.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo melihat, teror bom Sarinah tidak berpengaruh terhadap pasar keuangan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak berpengaruh. Tidak ada efeknya. Kemarin IHSG turun itu karena memang market regional lagi kacau," kata dia kepada detikFinance, Jumat (15/1/2016).
Satrio menjelaskan, pergerakan IHSG lebih banyak ditopang pergerakan bursa saham Asia. Saat ini, bursa saham Asia tengah dalam posisi tertekan karena harga minyak dunia yang terus merosot.
"Asia masih takut sama harga minyak yang terus turun. Pasar regional lagi kacau," katanya.
Lebih jauh Satrio mengungkapkan, dalam sejarahnya setiap kali ada peristiwa teror maupun ledakan bom, IHSG justru menguat.
Hal ini terjadi pada ledakan bom sebelumnya yaitu bom Bali dan Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta. IHSG tetap melaju.
"Pengalaman sebelumnya sih, coba lihat, ada bom justru IHSG naik, bom Bali sama JW Marriot yang dulu itu. Kecuali pas bom BEJ, itu IHSG anjlok terus sampai 3 bulan," kata Satrio.
Terkait hal itu, Satrio meyakini, IHSG akan perlahan naik. Sepanjang hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di level support 4.450 dan level resistance di 4.525. Bahkan, ada kemungkinan IHSG bisa menembus level 4.533.
Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat 15,217 poin (0,34%) ke 4.528,398. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 1,227 poin (0,16%) ke 787.645. Sementara bursa saham Asia semuanya melemah.
Berikut kondisi bursa saham regional siang ini:
Indeks NIkkei 225 turun 56,47 poin (0,33%) ke 17.184,48
Indeks Hang Seng turun 160,05 poin (0,81%) ke 19.657,36
Indeks SSE Composite turun 46,18 poin (1,54%) ke 2.961,47
Indeks Straits Times turun 3,13 poin (0,12%) 2.641,77
(drk/hns)










































