Berkenaan dengan itu, di akhir tahun ini, BEI akan kembali menggelar CMP-DP dan membuka lowongan bagi 30 orang pegawai baru untuk bekerja di tiga lembaga self regulatory organization (SRO), alias lembaga pengatur pasar modal Indonesia dan afiliasinya. β
Tiga lembaga tersebut adalah, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembukaan lowongan ini dilakukan seiring kian meningkatnya kebutuhan akan tenaga profesional, yang bisa menjalankan roda bisnis dan pengembangan pasar modal tanah air.
Karena, menurut Tito, tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan pemanfaatan produk pasar modal sendiri tercatat masih jauh tertinggal, jika dibandingkan dengan lima industri jasa keuangan lainnya di Indonesia. Pasar modal Indonesia pun, dituntut harus memiliki tenaga profesional yang kompeten, andal, dan mampu menjawab tantangan di masa depan.
"Akan tetapi, sampai dengan saat ini jumlah tenaga profesional di industri pasar modal Indonesia yang memiliki kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan bisnis pasar modal yang masih minim. Sehingga ini jadi tantangan kami untuk menyediakan semakin banyak tenaga kerja profesional pasar modal yang andal," pungkas dia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang berkarir lewat program Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP). Para peserta yang lolos seleksi dalam program ini akan mengikuti program lanjutan berupa training atau pelatihan selama 12 bulan.
Selain menjadi pegawai, para calon pegawai ini juga akan dipersiapkan sebagai calon-calon pemimpin lembaga pengatur dan pelaksana Pasar Modal di Indonesia.
(dna/feb)











































