Hal ini juga yang membuat perdagangan saham emiten tambang batu bara ini masih dihentikan sementara (suspensi).
Direktur Utama SIAP, Christian Victor Ponto mengungkapkan, manajemen menargetkan laporan keuangan terbaru bisa selesai pada Maret 2016, baik perbaikan maupun final laporan keuangan akhir tahun 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, menurut data penyajian laporan keuangan Juni 2015 SIAP yang disampaikan ke BEI, perseroan menyajikan laporan keuangan Juni 2015, perseroan menggunakan PSAK tahun 2013.
Dalam laporan tersebut, total aset perseroan Rp 4.973.895.848.000 atau sekitar Rp 4,9 triliun.
Dari total aset tersebut, pos Goodwill yang di dalamnya terdapat hasil akuisisi dari entitas anak RITS Venture Limited tercatat sebesar Rp 4,79 triliun.
Sementara dalam penyajian laporan keuangan September 2015, SIAP dengan tanpa memberikan informasi, mengubah penyajian laporan keuangan menggunakan PSAK 2009 sehingga total aset berubah drastis menjadi hanya Rp 307.935.822.000 atau sekitar Rp 307 miliar. Pos Goodwill pun berkurang menjadi hanya Rp 119 miliar.
(drk/drk)











































