Andry Asmoro, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Mandiri, menyatakan indeks tersebut menjadi acuan bagi para investor.
Indonesia masih akan sulit bersaing dengan negara-negara kawasan untuk memperebutkan investor dengan kondisi sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang dirilis Bank Dunia, Thailand berada di urutan 49. Di depannya ada Malaysia dengan urutan ke 14, sedangkan Singapura berada pada urutan pertama. Ini menandakan ketertinggalan Indonesia masih cukup jauh.
Andry menilai paling tidak posisi Indonesia harus berada di sekitar negara-negara tersebut. Sangat disayangkan ketika Indonesia dengan berbagai potensi ekonomi yang besar, harus kehilangan peluang menarik investasi.
Investor memiliki optimisme yang tinggi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan target-target yang ditetapkan. Pemerintah hanya perlu merealisasikan, sehingga optimisme tersebut dapat terus terjaga.
"Pak Jokowi kan sudah jelas kan targetnya bahwa Indonesia harus memangkas paling tidak selevel sama kawasannya, itu adalah ASEAN. Ya realisasikan," tegasnya.
Kebutuhan Indonesia akan investasi memang masih cukup besar. Baik dari sisi infrastruktur hingga industri manufaktur. Hal tersebut, menurut Andry yang mampu meningkatkan perekonomian Indonesia.
"Kan memang selam target itu di bawah ASEAN, daya saing masih tantangan manufaktur Indonesia," terang Andry.
(mkl/drk)











































