Untuk itu, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau investasi di pasar modal itu mudah, terencana, dan murah.
Salah satu produk di pasar modal adalah reksa dana. Reksa dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari PT BEI dan SRO lainnya ingin agar ke depannya kegiatan terkait dengan pengembangan pasar modal ini menjadi bertambah banyak, kita mengharapkan terjadi efek peningkatan yang lebih cepat, kita ingin meningkatkan awareness masyarakat dari hari ke hari terkait produk di pasar modal semakin bertambah," ujar Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (25/1/2016).
Untuk meningkatkan minat kalangan masyarakat umum untuk berinvestasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) akan menyelenggarakan Pesta Reksa Dana 2016.
"Reksa dana ini merupakan suatu produk turunan baik dari ekuiti maupun surat utang yang dikemas secara khusus dapat dimiliki masyarakat dengan keuntungan yang tidak lebih kecil dari produk-produk lainnya, hanya saja kemungkinan risikonya diharapkan lebih kecil dibandingkan dengan berinvestasi langsung baik di ekuiti atau surat utang, reksa dana adalah satu alternatif dibandingkan kita menyimpan uang di lembaga finansial lainnya," ujar Syamsul.
Dalam acara Pesta Reksa Dana 2016 akan berlangsung dari tanggal 27-30 Januari 2016 di Lobby dan Main Hall Gedung BEI mulai pukul 08.30-18.00 WIB.
Akan ada 40 stand dari para perusahaan Manajer Investasi, Bank Agen Penjual Reksa Dana, OJK, SRO, dan Anak Usaha SRO yang berpartisipasi di Pesta Reksa Dana 2016 ini.
Samsul menargetkan, Pesta Reksa Dana ini bisa menjaring sekitar 4.000 pengunjung yang akan hadir pada acara tersebut.
"Target sekitar 4.000 pengunjung akan hadir, akan banyak Manajer investasi yang hadir," kata Syamsul.
(drk/drk)











































