Reksa dana dipilih sebagai salah satu alternatif investasi di pasar modal. Biasanya, reksa dana ini dipilih bagi investor pemula, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu, budget, dan pengetahuan yang terbatas.
Saat ini, sudah banyak ibu-ibu menempatkan dananya di instrumen reksa dana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita yang akrab disapa Kiki ini mengatakan, menurut pengamatannya, ibu-ibu lebih banyak yang memilih investasi reksa dana campuran, kecuali mereka memiliki pengetahuan yang lebih tentang reksa dana, mereka akan memilih reksa dana saham yang risikonya lebih tinggi.
"Kalau ibu-ibu campuran, kalau saya amati biasanya campuran, kalau reksa dana pasar uang memang lebih konservatif, makanya naiknya cenderung sedikit, makanya tadi kalau marketnya turun, dia memang yang paling safe ya, tapi sekarang ibu-ibu senangnya yang campuran sih, kalau ekuiti dia punya knowledge yang cukup dia masuk ekuiti," tambah Kiki.
Kiki menjelaskan, ibu-ibu investor reksa dana ini sekarang sudah mulai mencari alternatif untuk mengelola uang mereka yang dulu ke logam mulia sekarang ke investasi reksa dana.
"Infonya ibu-ibu dari mulut ke mulut, kalau berdasarkan dari pengamatan ya diskusi gitu ibu-ibu sekarang sudah mulai cari alternatif untuk kelola uangnya, kalau dulu kan perhiasan, kalau sekarang mereka harus cari alternatif lain selain logam mulia, mereka juga suka ya produk investasi ya reksa dana itu," ujar Kiki.
Hingga 23 desember 2015, Nilai Aktiva Bersih (NAB) mengalami kenaikan sekitar Rp 20 triliun menjadi Rp 268,44 triliun, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 241,47 triliun.
(drk/drk)










































