Anjloknya bursa saham China ini akibat merosotnya harga minyak dunia. Hal ini membuat kekhawatiran di pasar global dan mendorong aksi jual di pasar saham dunia.
Bursa saham China, Indeks SSE Composite pada perdagangan Selasa (26/1/2016) ditutup anjlok 6,4% ke 2.749,79, setelah terjadi aksi jual besar-besaran. Ini merupakan penutupan bursa saham China terendah sejak 1 Desember 2014. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah rebound pada hari Jumat dan Senin pagi, harga minyak mentah turun kembali di bawah US$ 30 per barel.
Pasar saham China terus berfluktuasi. Sepanjang tahun ini, bursa saham China sudah merosot 22%, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan keraguan atas kebijakan devisa bank sentral China.
Banyak investor telah kehilangan uangnya, ketika saham jatuh 40%.
"Kami telah melihat kepanikan investor," kata Yang Hai, Analis Kaiyuan Securities, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/1/2016).
"Tidak ada kabar baik, sementara investor sedang dipengaruhi oleh faktor risiko global," katanya.
(drk/hns)











































