Minyak dan Saham Lesu, Yen dan Euro Kinclong

Minyak dan Saham Lesu, Yen dan Euro Kinclong

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2016 19:13 WIB
Minyak dan Saham Lesu, Yen dan Euro Kinclong
Foto: Reuters
London - Mata uang Jepang, yen dan mata uang Eropa, euro tercatat menguat pada perdagangan Selasa (26/1/2016), di tengah pelemahan bursa saham dan merosotnya harga minyak dunia.

Dolar AS turun 0,45% terhadap yen di 117,76 yen, sementara euro naik 0,15% terhadap dolar AS di 1,0865 euro.

Kedua mata uang tersebut (yen dan euro) cenderung menguat di tengah tertekannya harga minyak dunia dan bursa saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat harga minyak dunia jatuh dan bursa saham melemah, investor mencari alternatif instrumen investasi lain yang lebih aman atau safe heaven.

Dolar AS melemah, dan investor mulai berhati-hati sembari menunggu kepastian bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (the Fed) untuk menaikkan tingkat suku bunganya.

Investor mulai mencoba menganalisa pesan yang disampaikan The Fed yang berkaitan dengan merosotnya harga minyak dunia dan perlambatan ekonomi China.

The Fed tentu akan mempertimbanggkan berbagai kondisi perekonomian global sebelum menentukan arah suku bunganya agar tidak menimbulkan gejolak di pasar keuangan global.

"Wajar ada rasa gugup dari investor menjelang pertemuan The Fed. Pada tahun 2016 dan 2017, The Fed sempat menunda kenaikan suku bunga, mengingat volatilitas di pasar saham saat itu," kata Niels Christensen, Ahli Strategi Foreign Exchange (FX) di Nordea, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/1/2016).

Selain The Fed, investor juga fokus pada pertemuan Bank of Japan yang akan digelar selama 2 hari dan berakhir pada Jumat depan, soal kebijakan stimulus pasar keuangan Jepang.

Meski demikian, pergerakan mata uang yuan dinilai stabil dalam perdagangan luar negeri.

Namun, pasar saham China anjlok hingga lebih dari 6% pada penutupan perdagangan Selasa (26/1/2016).

(drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads