Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis (28/1/2016), dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.926, dibandingkan pada posisi sore kemarin di Rp 13.836.
Mata uang Paman Sam tersebut sempat melemah hingga ke level terendanya di Rp 13.885, namun kemudian kembali naik hingga ke Rp 13.890.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merosotnya harga minyak dunia masih menjadi katalis utama fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Perlambatan China menyokong penekanan rupiah.
Di samping itu, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS)Β untuk menahan tingkat suku bunga acuan, pada pertemuan semalam atau Rabu waktu setempat, memberikan sentimen di pasar keuangan.
Keputusan ini diambil melihat kondisi ekonomi dan keuangan terkini.
Keputusan The Fed ini memang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar modal. Para investor saham menunggu apa yang akan dilakukan The Fed di tengah kejatuhan pasar saham dunia, dan perlambatan ekonomi dunia yang akan mempengaruhi perekonomian AS. (drk/drk)











































