Wall Street Anjlok 1% Lebih

Wall Street Anjlok 1% Lebih

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2016 06:36 WIB
Wall Street Anjlok 1% Lebih
Foto: Reuters
New York - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Senin awal pekan. Ini terjadi akibat kekhawatiran pelemahan ekonomi global akan menghantam bisnis perbankan, dan perusahaan yang sangat sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan saham sektor energi menahan sedikit pelemahan bursa saham.

Selain itu, ketidakpastian soal kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) juga membuat saham perbankan tertekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arah investor saat ini adalah menghubungkan dampak terburuk dari resesi ekonomi global," kata Mark Luschini, Kepala Investasi dari Janney Montgomery Scott, dilansir dari Reuters, Selasa (9/2/2016).

Saham perusahaan keuangan besar seperti Morgan Stanley turun 6,9% atau penurunan harian terbesar sejak November 2012. Saham Goldman Sachs turun 4,6%.

Pada perdagangan Senin, indeks Dow Jones turun 177,92 poin (1,1%) ke 16.027,05. Indeks S&P 500 turun 25,61 poin (1,42%) ke 1.853,44. Kemudian indeks Nasdaq Composite turun 79,39 poin (1,82%) ke 4.283,75.

Ada sekitar 10,6 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di atas rata-rata harian sebanyak 9,4 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.

Aksi jual pasar saham terjadi sejak awal tahun ini, akibat anjloknya harga minyak dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global akan menurun tahun ini. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads