Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengatakan, adanya Tax Amnesty berdampak positif terhadap pasar modal Indonesia.
Menurutnya, melalui penerapan Tax Amnesty, akan banyak pendapatan negara yang masuk dari pengenaan pajak tersebut. Dana-dana tersebut tentu akan disimpan pemerintah di berbagai instrumen investasi, salah satunya di reksa dana, tidak hanya perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, kata Tito, akan berdampak langsung terhadap bursa saham. Akan banyak dana-dana masuk ke bursa saham yang pada akhirnya akan menggerakkan kenaikan di pasar modal.
"Dampak langsung ada. Memang dana terbesar 80% dari pajak. Makanya Tax Amnesty jadi penting. Begitu itu keluar maka spending pemerintah akan jalan. Itu buat saya yakin dan kuat, ekonomi jalan. Apalagi harga minyak turun. Setiap minyak turun kan buat spending masyarakat naik tuh," terang dia.
Sebagai informasi, pemerintah sudah mematangkan rencana mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Tarif tebusan yang dikenakan kepada wajib pajak atas kebijakan tersebut juga sudah ditentukan oleh pemerintah.
Tarif yang berlaku nantinya dibedakan. Untuk WP yang melakukan repatriasi atau membawa modalnya ke dalam negeri maka dikenakan tarif 1-3%Β terhadap selisih nilai harta bersih. Sedangkan untuk dalam negeri dikenakan 2-6%.
Kebijakan ini akan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. Pengenaan tarif diatur berdasarkan waktu pengajuan. Untuk 1% adalah pada kuartal I sejak pemberlakuan, 2% untuk kuartal II, dan enam bulan terakhir sebesar 3%.
Untuk repratriasi, beberapa instrumen nantinya akan disiapkan. Di antaranya adalah obligasi pemerintah maupun deposito perbankan namun pilihannya dikembalikan lagi kepada wajib pajak. (drk/drk)











































