Hal ini disampaikan JK di kantornya, Jakarta, Kamis (18/2/2016).
"Ya memang itulah keinginan kita dengan BI (penurunan BI Rate), untuk memberikan sistem keuangan kita itu lebih efisien," jelas JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tadi rapat mengharapkan nanti pada ujungnya tahun ini semua kredit kita jenis apa pun jadi single digit. Pada awal tahun depan semua single digit, kalau perlu turun lagi, harus sama dengan rata-rata kredit yang diberikan bank-bank di Asia, 5-6%. Rata-rata ya. Kita ketinggian, kita harus turunkan. Jadi target kita tahun depan 7% lah. Harus itu," papar JK.
Bila bunga kredit perbankan bisa ditekan rendah, lanjut JK, maka ekonomi Indonesia akan efisien dan bisa bersaing dengan negara lain.
Pada kesempatan itu JK mengatakan, pemerintah tidak akan mencampuri BI untuk pengambilan keputusan kebijakan moneternya, seperti BI Rate.
"Kita tidak mencampuri urusan kapan turunnya. Jangan lupa, UU BI berbunyi, bahwa BI harus mendengarkan kebijakan umum perekonomian pemerintah, tidak berarti independen mau-maunya saja. Sama juga, pemerintah harus mendengarkan BI juga. Begitu bunyi UU yang diatur. Tidak seenaknya orang. Semuanya harus mempunyai tujuan untuk kemajuan bangsa ini," tutur JK. (wdl/hns)











































