Indofood Targetkan Laba Bersih 2005 Rp 600 Miliar

Indofood Targetkan Laba Bersih 2005 Rp 600 Miliar

- detikFinance
Kamis, 10 Mar 2005 16:17 WIB
Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menargetkan laba bersih tahun 2005 akan kembali seperti tahun 2003 yang sebesar Rp 600 miliar. Sementara pada tahun 2004 Indofood mengalami penurunan laba bersih 37 persen menjadi Rp 378,1 miliar. Untuk penjualan tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 19 triliun atau naik 6,14 persen dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 17,9 triliun. "Laba bersih tahun 2004 kita harapkan kembali seperti tahun 2003 atau lebih, karena jika disetujui Pengadilan Inggris kita melakukan buy back Eurobond maka kita tidak punya lagi ebban kurs," kata Thomas Tjhie, Direktur Indofood dalam publik ekspose yang berlangsung di Gedung Buresa Efek Jakarta(BEJ), Kamis,(10/3/2005). Dijelaskan, Thomas penurunan laba bersih tahun 2004 terjadi karena adanya rugi kurs sebesar Rp 296,9 miliar akibat menyusutnya nilai tukar rupiah sebesar 8,9 persen dan kerugian yang ditimbulkan sewaktu melakukan unwinding kontrak POS pada kuartal pertama 2004. Untuk tahun 2005 perseroan menargetkan kurs rupiah di level Rp 9.300 per dolar AS. Menurut Thomas, pada bulan Februari 2005 perseroan sudah melakukan filling dengan Pengadilan Inggris dan akan melakukan hearing pada pertengahan April, dimana diharapkan keputusan Pengadilan Inggris sudah keluar sebelum akhir April 2005. Jumlah obligasi yang dibuyback sebesar US$ 310 juta, dimana saat ini perseroan telah melakukan buyback US$ 116 juta dengan harga 101 dan 102. Namun jika disetujui Pengadilan Inggris maka Indofood hanya membeli obligasi tersebut pada harga PAR 100. Saat ini total utang dalam mata uang dolar sebesar US$ 240 juta turun dibandingkan posisi Desember 2004 yang sebesar US$ 317 juta. Sedangkan utang dalam rupiah sebesar Rp 5 triliun yang sebagian besar dalam bentuk obligasi. Thomas menjelaskan, untuk mengurangi gearing ratio dalam valas, maka perseroan juga akan kembali menerbitkan obligasi rupiah maksimum sebesar Rp 1,75 triliun. Obligasi ini akan dikeluarkan setelah keluarnya keputusan Pengadilan Inggris tentang buy back obligasi Eurobond atau paling lambat pada semester I-2005. "Penerbitan obligasi rupiah tergantung dari keputusan Pengadilan Inggris, kita harapkan paling lambat semester I-2005, jumlahnya maksimum Rp 1,75 triliun," kata Thomas. Seluruh dana dari emisi obligasi tersebut akan digunakan untuk refinancing utang dalam mata uang valas. Obligasi ini menurut Thomas berjangka waktu tiga dan lima tahun. "Kita akan menerbitkan juga dalam bentuyk syaraih karena ini minta Dewan Syariah Nasional tapi jumlahnya kita belum tahu," kata Thomas. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Trimegah Securities Tbk, PT Mandiri Sekuritas, PT Danatama Makmur Securities dan PT Nusantara Capital. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads