Berdasarkan data Sovereign Wealth Fund Institute yang dikutip CNN, Selasa (23/2/2016), dengan harga minyak yang masih rendah, aksi jual saham di perusahaan investasi milik negara-negara kaya minyak itu masih akan berlangsung.
Harga minyak mentah sudah jatuh lebih dari 70% dalam 18 bulan terakhir. Anjloknya harga minyak ini bakal membuat APBN negara kaya minyak bolong-bolong.
  Â
Para perusahaan investasi ini masih bisa menarik dana senilai US$ 404 miliar lagi dari penjualan saham di pasar keuangan dunia. Terutama jika harga minyak dunia masih berkisar antara $30 hingga $40/barel tahun ini
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Sentral Norwegia menuturkan akan menarik dana hingga US$ 9,3 miliar dari investasinya tahun ini untuk menghadapi harga minyak yang rendah.
SWFI memperkirakan para perusahaan investasi ini telah mengumpulkan aset lebih dari US$ 7 triliun dalam beberapa tahun terakhir.
Harga minyak yang rendah dan suku bunga yang tinggi juga disertai dengan banyaknya dana yang diinvestasikan lewat saham, obligasi dan real estate membuat dana investasi tersebut menggelembung dengan singkat. (ang/ang)











































