Hal tersebut dipicu oleh rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin melakukan efisiensi terhadap perbankan di Indonesia melalui penerbitan Peraturan OJK (POJK) Tentang Insentif dalam Rangka Peningkatan Efisiensi.
Bagi perbankan yang mau melakukan efisiensi melalui penyesuaian marginnya, OJK telah menyiapkan berbagai insentif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana kebijakan tersebut direspons negatif oleh pasar keuangan Indonesia. Apalagi pemerintah juga menargetkan agar bunga kredit bank bisa 9% di tahun ini.
Akhir pekan lalu, Jumaat (19/2/2016), saham-saham perbankan turun signifikan bahkan sampai sekitar 4,5% untuk beberapa bank tertentu.
Total nilai perdagangan pada sektor perbankan mencapai Rp 3,18 triliun dan frekuensi 55.889 kali, yang hampir mencapai 40% dari total transaksi pada hari itu.
Dari nilai kapitalisasi pasar saham, total nilai kapitalisasi turun Rp 86 triliun. Dari nilai tersebut, nilai kapitalisasi perbankan turun 3,54% atau Rp 41,4 triliun.
Indeks bank yang selama 4 hari berturut-turut naik 1,39% harus diwarnai dengan penurunan 3,77% pada perdagangan akhir pekan saja.
Rata-rata saham perbankan yang jadi sasaran aksi jual. Akibatnya, banyak perbankan kelas berat yang berakhir jadi top losers alias saham yang terkoreksi paling dalam hari ini.
Saham-saham bank yang jatuh cukup dalam di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -4,59%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -4,37%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -2,61%, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) -6,42%.
Siang ini, IHSG masih bergerak di teritori negatif. Sektor keuangan masih mencatatkan aksi jual asing sebesar Rp 125,4 miliar.
Dengan kondisi turunnya saham-saham perbankan, harga saham perbankan sudah cukup murah. Apakah saat ini, saham-saham perbankan layak dikoleksi?
"Boleh, mulai masuk. Setelah jatuh, saat ini sudah ada tanda-tanda mulai rebound," kata Analis Perbankan dari OSO Securities Supriyadi kepada detikFinance, Rabu (23/2/2016).
Menurutnya, tekanan jual pada saham-saham perbankan saat ini sudah mulai mereda. Hal ini memungkinkan saham-saham ini akan kembali rebound. Untuk itu, investor bisa saja kembali mengoleksi saham-saham perbankan di saat harga rendah.
"Kemarin-kemarin aksi jual sudah terlalu tinggi, sekarang mulai tanda-tanda rebound. Kita perhatikan tekanan aksi jual asing di saham perbankan, kalau mulai reda, berarti siap-siap untuk naik. BBRI, BMRI, BBNI, saham-saham bank sudah mulai naik," jelas Supriyadi.
Berikut kondisi beberapa saham perbankan siang ini:
- BBRI naik 75 poin (0,71%) ke Rp 10.675
- BMRI naik 175 poin (1,62%) ke Rp 9.400
- BBTN naik 100 poin (6,90%) ke Rp 1.550
- BBNI naik 70 poin (1,41%) ke Rp 5.025
- BBCA turun 75 poin (0,57%) ke Rp 13.025











































