Angka pendapatan sepanjang 2015 juga turun. Tercatat, pendapatan di tahun 2015 sebesar Rp 8,9 triliun, turun 23,93% dibandingkan tahun sebelumnya di Rp 11,7 triliun.
Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor properti. Saya dengan senang melaporkan pendapatan recurring bertumbuh sebesar 18% terutama didukung pertumbuhan divisi kesehatan sebesar 24% serta manajemen aset sebesar 14%," katanya.
Meski demikian, pendapatan operasional, di luar pendapatan extraordinary dari penjualan aset ke REITs meningkat sebesar 7% menjadi Rp 8,9 triliun di 2015 dari Rp 8,3 triliun di 2014.
Pendapatan properti turun sebesar 51% menjadi Rp 3,4 triliun dan memberikan kontribusi 38% terhadap total pendapatan. Hal ini karena tertundanya penjualan aset ke REITs di tahun 2015.
Tanpa memperhitungkan penjualan aset ke REITs, pendapatan dari divisi urban development naik 16% menjadi Rp 2,6 triliun, yang terutama didukung oleh pendapatan Lippo Cikarang dari sektor residensial yang naik 46% menjadi Rp 1,4 triliun.
Pendapatan dari divisi Large Scale Integrated turun sebesar 42% menjadi Rp 773 miliar pada tahun 2015.
Pendapatan recurring bertumbuh 18% menjadi Rp 5,5 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 62% terhadap total pendapatan.
Pendapatan dari divisi healthcare tumbuh sebesar 24% menjadi Rp 4,14 triliun. EBITDA meningkat sebesar 26% menjadi Rp 548 miliar.
Pendapatan divisi komersial menurun sebesar 9% menjadi Rp 607 miliar. (drk/hns)











































