Laba Lippo Karawaci Turun 79% Jadi Rp 535 M

Laba Lippo Karawaci Turun 79% Jadi Rp 535 M

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Mar 2016 18:55 WIB
Laba Lippo Karawaci Turun 79% Jadi Rp 535 M
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat perolehan laba bersih di sepanjang tahun 2015 sebesar Rp 535,383 miliar, turun 79% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,556 triliun.

Angka pendapatan sepanjang 2015 juga turun. Tercatat, pendapatan di tahun 2015 sebesar Rp 8,9 triliun, turun 23,93% dibandingkan tahun sebelumnya di Rp 11,7 triliun.

Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama LPKR, Ketut Budi Wijaya mengungkapkan, perekonomian Indonesia yang menantang termasuk volatilitas rupiah serta melemahnya keyakinan konsumen, secara kumulatif telah menciptakan sikap menunggu serta melihat-lihat keadaaan bagi para calon pembeli properti.

"Ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor properti. Saya dengan senang melaporkan pendapatan recurring bertumbuh sebesar 18% terutama didukung pertumbuhan divisi kesehatan sebesar 24% serta manajemen aset sebesar 14%," katanya.

Meski demikian, pendapatan operasional, di luar pendapatan extraordinary dari penjualan aset ke REITs meningkat sebesar 7% menjadi Rp 8,9 triliun di 2015 dari Rp 8,3 triliun di 2014.

Pendapatan properti turun sebesar 51% menjadi Rp 3,4 triliun dan memberikan kontribusi 38% terhadap total pendapatan. Hal ini karena tertundanya penjualan aset ke REITs di tahun 2015.

Tanpa memperhitungkan penjualan aset ke REITs, pendapatan dari divisi urban development naik 16% menjadi Rp 2,6 triliun, yang terutama didukung oleh pendapatan Lippo Cikarang dari sektor residensial yang naik 46% menjadi Rp 1,4 triliun.

Pendapatan dari divisi Large Scale Integrated turun sebesar 42% menjadi Rp 773 miliar pada tahun 2015.

Pendapatan recurring bertumbuh 18% menjadi Rp 5,5 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 62% terhadap total pendapatan.

Pendapatan dari divisi healthcare tumbuh sebesar 24% menjadi Rp 4,14 triliun. EBITDA meningkat sebesar 26% menjadi Rp 548 miliar.

Pendapatan divisi komersial menurun sebesar 9% menjadi Rp 607 miliar. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads