Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan agar rupiah tak terlalu kuat maka caranya adalah Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuan. Ini bisa mendorong imbal hasil yang diterima investor tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan.
"Caranya itu harus kombinasi dengan BI, nggak bisa pemerintah sendiri saja karena instrumen pertama BI bisa tingkat bunga," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/3/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur BI tersebut menambahkan, posisi rupiah masih belum berada di titik fundamentalnya. Artinya masih ada potensi untuk rupiah mengalami penguatan dalam beberapa waktu ke depan.
"Sebenarnya kita sedang masuki area mendekati fundamentalnya mestinya nggak terlalu jauh," ungkap Darmin (mkl/hns)











































