Untuk Akuisisi HM Sampoerna, Philips Morris Bayar Rp 48 T

ADVERTISEMENT

Untuk Akuisisi HM Sampoerna, Philips Morris Bayar Rp 48 T

- detikFinance
Senin, 14 Mar 2005 15:54 WIB
Jakarta - Philips Morris International Inc (PMI) rela merogoh koceknya sebesar US$ 5,2 miliar atau Rp 48 triliun untuk mengakuisisi PT HM Sampoerna tbk (HMSP) . Jumlah ini sudah termasuk utang bersih sekitar Rp 1,5 triliun dan dengan asumsi semua saham dijual melalui penawaran tenderRencananya PMI akan menghargai setiap saham yang dibelinya sebesar Rp 10.600 atau berarti premium sebesar 20 persen diatas harga penutupan pada Kamis pekan lalu sebesar Rp 8.850. Menurut penjelasan dari PMI yang diterima detikcom, Senin (14/3/2005), transaksi ini akan dibiayai dengan fasilitas pinjaman bank yang disiapkan PMI dan anak-anak perusahaannya. Penawaran tender ini diharapkan selesai dalam jangka waktu kurang lebih 90 hari dan tunduk pada peraturan yang ditetapkan otoritas yang berwenang.PT Philip Morris Indonesia, yang merupakan afiliasi PMI telah menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi 40 persen saham HMSP dengan harga Rp 10.600 dengan total mencapai Rp 18,6 triliun (US$ 2 miliar) dari sejumlah pemegang saham prinsipal HMSP.Selanjutnya PMI akan melakukan penawaran tender untuk 100 persen sisa saham HMSP yang telah dikeluarkan dan disetor penuh. Transaksi ini diperkirakan mencapai US$ 5,2 miliar atau sekitar Rp 48 triliun.Untuk transaksi ini, PMI menunjuk Credit Suisse First Boston dan penasehat hukum Clifford Chance LLP dan Mohtar Karuwin Komar. Sampoerna saat ini merupakan perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia dengan volume rokok domestik sebesar 41 miliar batang di tahun 2004 yang menghasilkan lebih dari Rp 9 triliun (US$ 1 miliar). Saat ini Sampoerna menguasai 19,4 persen pangsa pasar rokok di Indonesia dengan produk unggulan Dji Sam Soe dan A Mild. "Investasi kami di Sampoerna merupakan suatu kesempatan yang sangat baik untuk memperluas bisnis kami secara significan di pasar rokok terbesar kelima di dunia yang akan terus berkembang," kata Presiden dan CEO PMI Andre Calantzopoulos.

(qom/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT