"Dolar terus melemah dan ini membuat ada yang naik dengan pelemahan dolar," kata Analis, John Augustine, dilansir dari Reuters, Jumat (18/3/2016).
Pergerakan dolar dan harga komoditas ini masih merupakan efek dari kebijakan Federal Reserve (The Fed) kemarin. The Fed menyatakan, pertumbuhan ekonomi AS bakal moderat, dan pertumbuhan lapangan kerja tetap berlanjut, meski masih ada ketidakpastian perekonomian global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak produksi AS juga naik 4,5% ke US$ 40,2/barel. Karena adanya optimisme bahwa negara-negara produsen minyak akan menahan laju produksinya ke tingkat yang sama seperti di Januari 2016.
Ada sekitar 8,2 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di atas rata-rata transaksi harian, sebanyak 8,02 miliar lembar saham. (wdl/wdl)











































