Tidak susah-susah untuk menunggu di pinggir jalan. Tinggal melalui ponsel pintar, klik aplikasi online transportasi itu, maka mereka akan hadir di hadapan kita.
Membaca keadaan saat ini, Blue Bird pun tak mau ketinggalan. April mendatang, perusahaan transportasi berlogo burung biru ini akan meluncurkan aplikasi online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus Blue Bird sendiri itu masih tetap memberikan pada layanan yang terbaik pada para masyarakat. Nah, kita saat ini lebih berpikir ke arah safety-nya dari segi reliability-nya. Kita juga sudah mempunya aplikasi pemesanan taksi, sehingga dengan pemesanan itu bisa lebih efisien," lanjutnya.
Sebenarnya aplikasi online ini telah dikembangkan oleh Blue Bird sejak tahun 2011. Namun saat ini, Blue Bird menjanjikan bahwa aplikasi ini makin mempermudah pelanggan dalam banyak hal.
"Jadi aplikasi yang baru ini menggunakan handphone. Jadi tidak menggunakan mobile EDC. Mobile EDC waktu itu kita launch karena waktu itu pembayaran melalui aplikasi belum ada. Jadi kita launching untuk mobil EDC. Kendalanya di GPSnya. Kadang kan koneksinya suka mati, suka hilang. Akhirnya kita mengalami kendala, pada saat mau dipakai tidak ada jaringannya. Oleh sebab itu kita saat ini lari ke handphone, aplikasi. Dan tak akan lagi pembayaran melalui mobile EDC lagi," ucap Noni.
Dengan aplikasi baru ini, Noni menegaskan, Blue Bird siap untuk berkompetisi di moda transportasi berbasis aplikasi.
"Pengalaman kami bertahun-tahun membuktikan bahwa perusahaan justru tumbuh signifikan ketika ada kompetitor batu. Namun demikian, tentu persaingan harus terjadi dalam iklim industri yang berada dalam kesetaraan regulasi," tuturnya.
"Bermula dari dua armada untuk mendukung operasional bisnis, kini Blue Bird menjadi salah satu perusahaan terbesar di bidang transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat yang memiliki 15 anak perusahaan serta mengelola sekitar 35.000 armada dan sekitar lebih dari 40.000 pengemudi," imbuhnya. (yds/drk)











































