Saham dua perusahaan layanan taksi nasional tersebut bergerak volatile. Bahkan, dalam beberapa hari ini, saham BIRD anjlok, meskipun saat ini terpantau naik. Berbeda dengan BIRD, saham TAXI malah naik beberapa hari lalu, sementara hari ini anjlok.
Analis NH Korindo Securities Reza Priyambada menilai, dua saham tersebut mendadak menarik perhatian banyak orang seketika saat demo berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Reza, volatilitas yang cukup tinggi terhadap dua saham perusahaan transportasi tersebut, bukan semata-mata adanya sentimen negatif soal demo taksi dan angkutan umum. Anjloknya saham BIRD dan TAXI berbarengan dengan kondisi market global yang juga tengah tertekan.
"(Anjlok) bukan karena adanya demo, bukan faktor itu yang menekan saham taksi (BIRD dan TAXI), itu pas berbarengan dengan kondisi market global, Asia yang juga merah, jadi kena aksi jual," terang dia.
Reza menambahkan, di satu sisi adanya sentimen negatif dari global, di sisi domestik belum ada sentimen positif.
"Nggak langsung sentimen demo, memang marketnya lagi turun, pasti saham-saham terkena aksi jual, imbas bursa saham global cenderung pelemahan, domestik belum ada berita positif," katanya.
Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.39 WIB, saham BIRD terpantau melonjak 6,77% atau 425 poin ke Rp 6.700. Saham BIRD sempat menyentuh level tertingginya di Rp 6.800 dan terendahnya di Rp 6.200. Frekuensi saham BIRD ditransaksikan sebanyak 353 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 6.851 saham, senilai Rp 4,4 miliar.
Sementara pada pukul 14.41 WIB, saham TAXI anjlok 5,78% atau 13 poin ke Rp 212. Saham TAXI sempat menyentuh level tertingginya di Rp 228 dan terendahnya di Rp 207. Frekuensi saham TAXI ditransaksikan sebanyak 3.109 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 662.619 saham, senilai Rp 14,2 miliar. (drk/ang)











































