Laba Produsen Indomie Turun 25% Jadi Rp 2,97 T

Laba Produsen Indomie Turun 25% Jadi Rp 2,97 T

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 28 Mar 2016 12:10 WIB
Laba Produsen Indomie Turun 25% Jadi Rp 2,97 T
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 24,7% menjadi Rp 2,97 triliun di sepanjang tahun 2015, dari tahun 2014 yang sebesar Rp 3,95 triliun. Margin laba bersih juga ikut turun menjadi 4,6% dari 6,2% di tahun 2014.

Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/3/2016).

Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh rugi kurs yang belum terealisasi sebagai akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, core profit, yang mencerminkan kinerja operasional turun 9,8% menjadi Rp 3,56 triliun dari Rp 3,95 triliun.

Meski demikian, penjualan neto konsolidasi masih tumbuh 0,7% menjadi Rp 64,06 triliun dari Rp 63,59 triliun pada tahun sebelumnya.

Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek, bogasari, agribisnis, dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi sekitar 49%, 24%, 19%, dan 8% terhadap penjualan neto konsolidasi.

"Kami memandang positif perbaikan iklim ekonomi makro yang terjadi di awal tahun 2016. Namun demikian, kami akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna mengantisipasi tantangan-tantangan baru yang mungkin akan timbul. Kami akan terus berupaya mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan baik secara organik maupun anorganik, serta tetap mempertahankan posisi keuangan yang sehat," ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim.

Laba Indofood CBP Naik

Di sisi lain, laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tercatat naik 13,5% menjadi Rp 3 triliun di sepanjang tahun 2015 dari Rp 2,64 triliun pada tahun sebelumnya.

Marjin laba bersih naik menjadi 9,5% dari 8,8%. Core profit tumbuh 15,4% menjadi Rp 2,99 triliun dari Rp 2,59 triliun. Laba usaha tumbuh 25,3% menjadi Rp 3,99 triliun dari Rp 3,19 triliun, dan marjin laba usaha naik menjadi 12,6% dari 10,6%.

ICBP membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 5,7% menjadi Rp 31,74 triliun dibandingkan Rp 30,02 triliun pada tahun lalu.

Kontribusi penjualan dari divisi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi & makanan khusus dan minuman, masing-masing mencapai sekitar 65%, 19%, 6%, 2%, 2%, dan 6% dari total penjualan neto konsolidasian.

"Kami senang bahwa ICBP berhasil mencatatkan kinerja yang baik pada tahun 2015 di tengah kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan. Kami gembira dengan perkembangan ekonomi dalam negeri yang terjadi hingga saat ini dan berharap tahun 2016 akan menjadi tahun yang lebih baik sehingga kami dapat melanjutkan pertumbuhan di seluruh divisi. Namun demikian, kami akan tetap waspada terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin akan timbul," jelas Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads