Sebelumnya pada November 2015 lalu Arifin juga menyampaikan rencana tersebut kepada Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.
Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Energi Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Abdulrachim, menyambut baik keseriusan Arifin untuk mencaplok saham NNT. Tetapi, Kemenko Maritim memberikan 3 pesan agar aksi korporasi itu membawa manfaat bagi rakyat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat kami itu positif saja. Tapi pertama, tapi smelter harus jadi karena itu memberikan nilai tambah buat kita. Sekarang kita ekspor (mineral) mentah saja, harusnya diolah," kata Abdulrachim saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Kedua, Arifin diminta mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) NNT pada program-program pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB). "Di NTB itu banyak masyarakat yang masih miskin. Harus ada program pengentasan kemiskinan yang baik untuk jangka panjang," ucapnya.
Ketiga, pihaknya ingin peran para pekerja Indonesia di NNT ditingkatkan. "Harus ada peningkatan orang Indonesia di situ. Jangan orang kita cuma jadi tenaga kasar saja," pungkasnya. (ang/ang)











































