Ada Isu Medco Caplok Newmont, Kemenko Maritim: Smelter Harus Jadi

Ada Isu Medco Caplok Newmont, Kemenko Maritim: Smelter Harus Jadi

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 31 Mar 2016 18:03 WIB
Ada Isu Medco Caplok Newmont, Kemenko Maritim: Smelter Harus Jadi
Foto: Istimewa
Jakarta - Awal pekan ini, pengusaha nasional pemilik Medco Energi, Arifin Panigoro, didampingi mantan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyambangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana. Kedatangan Arifin dan Lutfi dikabarkan untuk menyampaikan rencana Medco mengakuisisi 76% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Sebelumnya pada November 2015 lalu Arifin juga menyampaikan rencana tersebut kepada Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Energi Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Abdulrachim, menyambut baik keseriusan Arifin untuk mencaplok saham NNT. Tetapi, Kemenko Maritim memberikan 3 pesan agar aksi korporasi itu membawa manfaat bagi rakyat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, Abdulrachim meminta Medco merealisasikan pembangunan smelter setelah mengakuisisi NNT. Keberadaan smelter akan menciptakan nilai tambah mineral di dalam negeri.

"Buat kami itu positif saja. Tapi pertama, tapi smelter harus jadi karena itu memberikan nilai tambah buat kita. Sekarang kita ekspor (mineral) mentah saja, harusnya diolah," kata Abdulrachim saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Kedua, Arifin diminta mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) NNT pada program-program pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB). "Di NTB itu banyak masyarakat yang masih miskin. Harus ada program pengentasan kemiskinan yang baik untuk jangka panjang," ucapnya.

Ketiga, pihaknya ingin peran para pekerja Indonesia di NNT ditingkatkan. "Harus ada peningkatan orang Indonesia di situ. Jangan orang kita cuma jadi tenaga kasar saja," pungkasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads