Lippo akan Investasi Sektor Telekomunikasi US$ 2,5 Miliar

- detikFinance
Selasa, 15 Mar 2005 15:21 WIB
Jakarta - Lippo Grup akan melakukan investasi di sektor infrastruktur telekomunikasi dan multimedia senilai US$ 2,5 miliar. Proyek diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu 3-5 tahun kedepan."Kita akan melakukan investasi untuk infrastrukutur telekomunikasi dan multimedia senilai US$ 2,5 miliar. Bisnis telekomunikasi IT dan multimedia untuk menunjang bisnis smart card Lippo di masa yang akan datang, yang menyediakan jasa perbankan telekomunikasi dalam satu kartu. Jadi tidak ada lagi debit card atau kartu kredit," kata James T Riady, pemilik Lippo Grup di sela-sela acara Diskusi Kadin yang berlangsung di Kafe Time Break di Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/3/2005). James mengatakan, pendanaan untuk proyek tersebut berasal dari modal sendiri, investor Malaysia seperti Maxis dan Astro, pendanaan suplier dan pasar modal.Pihak maxis akan melakukan injeksi modal sebesar US$ 350 juta dimana masuknya Maxis melalui pembelian 51 persen melalui PT Natrindo, yang mempunyai merek dagang Lippo Telecom. Dari dana sebesar itu Maxis menginvestasikan untuk sektor telekomunikasi sebesar US$ 250 juta dan multimedia US$ 100 juta.Pendanaan dari suplier sebesar US$ 1,5 miliar. Suplier yang sudah mengajukan minatnya diantaranya Ericsson, Nokia dan RRS. "Tapi selama ini kita lebih banyak memakai Ericsson namun ke depan akan ditender lagi," kata James.Untuk pendanaan dari pasar, kata James akan dilakukan melalui penerbitan obligasi dan IPO PT Natrindo yang akan dilakukan dalam 2 tahun ke depan. James juga mejelaskan alasan Lipo memilih Maxis dan Astro karena kedua perusahaan itu memiliki kesamaan dengan Lippo dalam bisnis telekomunikasi dan multimedia. "Maxis dan Astro memiliki alat yang terbaik di Asia jadi sangat klop dengan bisnis telekomunikasi Lippo. Ke depan grup Lippo akan mengembangkan 4 sektor besar, pertama binis perbankan dan asuransi jiwa, bisnis retail, properti dan infrastruktur dan keempat bisnis IT telekomunikasi dan multimedia," kata James."Saat ini Lippo Grup memiliki 16 perusahaan yang sudah melakukan IPO. Nantinya Lippo akan melakukan merger kembali terhadap beberapa perusahaan yang memiliki sektor yang sama," tegasnya. Sebelumnya, Lippo sudah melakukan merger dengan 8 perusahaan properti ke dalam PT Lippo Karawaci Tbk. "Kita belum bisa menjelaskan perusahaan apa lagi yang dimerger. Semuanya sedang dikaji," tukasnya. Upaya merger dilakukan untuk memperbesar size perusahaan sehingga bisnis Lippo masuk dalam radar investor dunia. "Kalau aset kita cuma US$ 50 juta bisnis kita tidak dilirik investor internasional.Mereka melakukan investasi yang aset perusahaan yang diincar minimal US$ 500 juta," demikian James. James juga menjelaskan untuk bisnis multimedia selain mengembangngkan sisi kabel, perseroan juga akan mengembangkan bisnis satelit pasca masuknya Astro dari Malaysia.

(mar/)