PP Muhammadiyah Suntik Modal Rp 13 Miliar ke BPI
Selasa, 15 Mar 2005 15:58 WIB
Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan untuk tetap menyuntikan modal sebesar Rp 13 miliar ke Bank Persyarikatan Indonesia (BPI). Diharapkan dengan suntikan modal itu BPI akan tetap eksis."Muhammdiyah secara moral bertanggungjawab penuh terhadap keberadaan BPI sehingga Muhammdiyah akan tetap ambil bagian menyelamatkan bank itu bersama-sama investor lain," kata Wakil Ketua PP Muhammdiyah Dien Syamsuddin di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Selasa (15/3/2005).Disebutkan Dien, saat ini tanda-tanda untuk keberhasilan penyelamatan BPI sudah nampak diharapkan 2-3 hari kedepan semuanya sudah dapat difinalisasi.Sementara itu, Bendahara PP Muhammadiyah, Dasron Hamid mengungkapkan, dana sebesar Rp 13 miliar kepada BPI statusnya bukan pinjaman. "Soal dana Muhammadiyah itu berasal dari Amal Usaha jadi tidak pinjam meminjam karena Amal Usaha Muhammadiyah terintegrasi sebagai aset Muhammadiyah," katanya.Pernyataan Dasron ditujukan untuk mengklarifikasi pernyataan anggota Komisi XI Drajad Wibowo yang menyebutkan suntikan modal sebesar Rp 13 miliar sebagai pinjaman PP Muhammadiyah kepada Amal Usaha."Kalau dikatakan suntikan modal itu sebagai pinjaman. Ini kan repot sekali karena investor lain bisa resah," kata Dasron.Dikatakannya, PP Muhammadiyah tetap meyuntikan modal untuk turut menyelamatkan BPI bersama investor lain meskipun share-nya tidak besar karena Muhammadiyah bukan lah perusahaan.Pada kesempatan itu, Dien Syamsuddin mengakui, Muhammadiyah memang cord businessnya bukan bidang perbankan oleh karenanya dalam penyelamatan BPI, Muhammadiyah mengajak investor lain yang saat ini dipimpin oleh Bukopin.Muhammadiyah bertanggungjawab menyelamatkan BPI karena saat ini banyak figur Muhammadiyah yang berada di bank itu sehingga jika terjadi masalah figur-figur itu lah yang dipanggil BI. "Dana Rp 13 miliar itu dikumpulkan secara suka rela dan tanpa paksaan. Bahkan Amal Usaha Muhammadiyah lah yang memiliki insiatif membantu menyelamatkan BPI," katanya."Awalnya kita tidak ingin melibatkan Amal Usaha Muhammadiyah akan tetapi karena Amal Usah punya tanggung jawab, maka ada prakarsa turut membantu yang saat itu dikoordinir oleh Rektor UMM," kata Dien.Mengenai komposisi kepemilikan saham, dipastikan dengan adanya suntikan modal baru sebesar Rp 200 miliar dari sejumlah investor maka kepemilikan saham Muhammadiyah akan terdilusi. "Namun komposisi pastinya menjadi berapa akan sangat tergantung dari hitung-hitungan yang saat ini dilakukan oleh lead konsorsium bank Bukopin," demikian Dien.
(mar/)











































