"Secara industri keseluruhan, sampai dengan Februari menurut data yang ada itu kira-kira turun 6% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2015 dari 182.000 turun jadi 173.000," kata dia, ditemui usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (4/4/2016).
Hal ini, kata dia, masih disebabkan oleh sentimen negatif adanya perlambatan ekonomi global yang membuat konsumen dalam negeri menahan belanjanya, termasuk untuk pembelian kendaraan bermotor roda empat alias mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan penurunan industri tersebut, Astra pun turut mengalami dampaknya mengingat kontribusi Astra terhadap pasar otomotif nasional yang mencapai 51%.
Meski demikian, ia yakin, pada semester kedua tahun ini, industri otomotif nasional akan jauh lebih baik seiring dengan giatnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah.
Selian itu, ia pun mengatakan, kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah, bisa menjadi stimulus positif untuk mendorong penjualan mobil.
"Semester kedua pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik. Terus harga BBM juga sudah mendukung, unsur-unsur yang lain tentu juga bisa didukung. Karena perkembangan ekonomi kelihatan tahun ini lebih baik, kalau tahun lalu kan 4,7%. Tahun ini mungkin bisa di atas 5%. Jadi semester kedua mungkin demand-nya (permintaannya) nanti bisa lebih baik," pungkas dia.
Astra Peringati Ulang Tahun Listing ke-26
Direktur Independen PTAstraInternationalTbk (ASII) GunawanGeniusahardja dan Direktur PTAstraInternationalTbkSuparnoDjasmin didampingi para eksekutif GrupAstra membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka peringatan HUT pencatatan saham ke-26 tahun sahamASII.
![]() |
Sepanjang 26 tahunlisting diBEI,Astra telah membagikan dividen selama 20 tahun kepada seluruh pemegang saham. Per 31 Maret 2016, kapitalisasi pasar sahamASII mencapai Rp 294 triliun dengan bobot 5,7% dari total kapitalisasi pasar diBEI yang mencapai Rp 5.143 triliun.Β Kapitalisasi pasarAstra tersebut merupakan terbesar ke-5 diBEI.
![]() |
Hingga hari ini, banyak manfaat yang diperoleh Astra beserta stakeholder-nya. Mulai dari keterbukaan informasi, profesionalisme, hingga penerapan manajemen risiko yang lebih baik daripada sebelumnya.
![]() |
Saat ini, Astra sebagai perusahaan induk dengan 198 perusahaan, bergerak di enam bidang usaha, yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur, logistik dan lainnya serta teknologi informasi. Astra, yang juga memiliki 9 yayasan di dalamnya semakin matang dan profesional serta mampu berkontribusi lebih kepada shareholders melalui payung kegiatan corporate social responsibility (CSR) Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia). (dna/drk)














































