"Itu harus. Itu kita sudah janji," kata Arifin, usai menerima penghargaan sebagai pembayar pajak terbesar 2015 di Kantor Ditjen Pajak, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).
Sebelumnya Newmont menyatakan kepada pemerintah akan membangun smelter setelah izin ekspornya habis pada 18 Maret 2015 lalu. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin masih merahasiakan nilai transaksi pembelian saham pemilik tambang Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, Arifin memberi bocoran jumlah uang yang dibutuhkan untuk akuisisi NNT sangat banyak.
"Banyak benar duitnya," kata Arifin,
Menurut Arifin, saham Newmont yang akan dibeli adalah seluruhnya. Arifin pun menggandeng konsorsium dalam aksi korporasi ini.
"Tunggu pengumumannya lah, pokoknya diambil alih seluruhnya," kata Arifin. (ang/dnl)











































