Selama ini, mayoritas saham NNT dikuasai oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS), Newmont Mining Corp melalui Nusa Tenggara Partnership B.V. Karena dimiliki perusahaan asing, maka sahamnya harus didivestasi.
Newmont sudah menawarkan 7% saham kepada pemerintah Indonesia sejak 2010 lalu. Namun, saham divestasi tersebut tak pernah terealisasi hingga 5 tahun berselang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting kan beli atau nggak beli itu keputusan investasi, kita memutuskan investasi infrastruktur lebih penting daripada beli Newmont," kata Bambang.
Saham Newmont ini sedang dalam proses pembelian oleh Konsorsium PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyambut baik pengusaha nasional mengambil alih perusahaan asing.
Awal pekan lalu, pemilik Medco Energi, Arifin Panigoro, sudah menghadap Jokowi di Istana Negara bersama adiknya, Hilmi Panigoro, dan Komisaris Utama Medco Energi, Muhammad Lutfi.
"Lapor saja bahwa ini (pembelian saham Newmont) sudah hampir selesai," kata Arifin.
Niatan Arifin mencaplok perusahaan pemilik tambang Batu Hijau ini ternyata sudah cukup lama. Tahun lalu, Menko Maritim Rizal Ramli yang membeberkan aksi korporasi ini kepada publik.
Menurut Arifin, akuisisi ini akan rampung dalam waktu dekat. Arifin juga berjanji akan menjelaskan detail pembelian saham Newmont kepada publik. (ang/drk)










































