Dolar AS Bergerak di Rp 13.400 Tahun Ini

Dolar AS Bergerak di Rp 13.400 Tahun Ini

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 05 Apr 2016 19:50 WIB
Dolar AS Bergerak di Rp 13.400 Tahun Ini
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak fluktuatif di tahun ini dan cenderung melemah. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya soal naiknya suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan naik 2 kali lagi hingga akhir tahun ini.

Chief Economist Bank Mandiri Anton H Gunawan menyebutkan, dolar AS tahun ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 13.400.

"Rupiah dalam hal ini, relatif sebenarnya stabil di Rp 13.000-an. Kita balik ke siklus itu sebenarnya," sebut dia dalam Paparan Macro Economy Outlook 2016, di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata dia, angka tersebut bisa berbalik arah dan membuat rupiah tertekan jika kebijakan otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia (BI) tidak mendukung penguatan rupiah.

"Tapi ada kebijakan BI yang sebenarnya sempat mendorong ke hampir Rp 15.000 di forex marketnya, panik. Tapi balik lagi. Ada yang bilang nanti bisa balik ke Rp 14.000 bahkan Rp 15.000. Tapi kita revised down ke arah Rp 13.400," sebut dia.

Terkait suku bunga acuan BI, Anton menyebutkan, ada peluang BI menurunkan suku bunganya. Hal ini akan mendorong berkembangnya sektor riil meskipun ada tekanan di sektor keuangan.

"Suku bunga memang diturunkan, ke depannya kalau jujur masih bisa turun peluangnya untuk BI rate. Perkiraan inflasi harusnya bisa lebih rendah, forecast di 4,5%. Implikasi ke BI rate, ruang masih ada, riil interest rate itu masih ada hampir 2%, atau 1,5%. Cuma, kita harus baca BI itu lihat policynya masih cenderung menitikberatkan pada outflows. Jadi bisa jadi kalau ada tekanan di bulan-bulan ini, mereka belum akan cut lagi, tapi kita maunya cut. Kelihatannya BI nya nggak mau. Forecast kita sampai 6,5% BI rate akhir tahun. Inflasi 4,5%," pungkasnya. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads