Ical: Transaksi Pembelian HM Sampoerna Luar Biasa
Rabu, 16 Mar 2005 18:02 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie sangat antusias terhadap rencana pembelian 40 persen saham HM Sampoerna oleh Philip Morris. Ia menilai, transaksi ini merupakan sebuah kepercayaan yang luar biasa karena investor asing mau menanamkan modalnya ke Indonesia hingga US$ 5,2 miliar.Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai bertemu Direktur Pelaksana HM Sampoerna Angky Camaro dan sejumlah pejabat PMI di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (16/3/2005). Ical menilai, transaksi PMI itu menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor kepada Indonesia mengalami kenaikan yang luar biasa. "Buat Indonesia, itu suatu kepercayaan yang luar biasa bahwa sebuah perusahaan mau menanamkan modalnya di Indonesia dengan nilai US$ 5 miliar," ujar Ical berseri-seri.Ical mengungkapkan, dalam pertemuan itu dirinya minta agar pabrik rokok Sampoerna tidak dibuat mesinisasi dan dibiarkan seperti saat ini. "Yang penting lagi yang perlu diperhatikan bahwa pajak (cukai) untuk rokok sigaret tangan dan rokok sigaret mesin harus tetap beda," kata Ical.Menurut Ical, perbedaan cukai rokok itu dimaksudkan agar nantinya produsen rokok tidak beralih ke rokok mesin. "Cukai rokok harus tetap beda karena kalau sama, nanti akan beralih semua ke rokok mesin. Itu jangan sampai terjadi karena kita perlukan lapangan kerja," tambahnya.Ketika apakah ditanya PMI minta cukai tidak naik, Ical menepisnya. Menurut Ical, pihak PMI sama sekali tidak menyinggung masalah tersebut.
(qom/)











































